SEJARAH RSUD KOTA DUMAI

 

BAB II

GAMBARAN UMUM RUMAH SAKIT

 

2.1 Status dan Letak Geografis

Secara georafis Kota Dumai terletak pada posisi koordinat 101023’37” – 101028’13” Lintang Utara dan 1023” – 1024’23” Bujur Timur, dengan panjang garis pantai sepanjang 234,2 km dengan kondisi tanah rawa bergambut.

Dumai terdiri dari dataran rendah dan dataran tinggi, dan memiliki pantai yang berhubungan langsung dengan pantai Rupat dan mempunyai kondisi topografi datar. Setiap tahun, Dumai mengalami beberapa perubahan iklim yang sangat dipengaruhi oleh iklim laut dengan rata–rata curah hujan 200–300 m3, dan memiliki dua musim yaitu musim kemarau dari bulan Maret–Agustus, dan musim hujan dari September-Februari dengan rata–rata temperatur 24–33 C. Dumai merupakan hasil pemekaran dari kabupaten Bengkalis. Diresmikan sebagai Kota pada tanggal 27 April 1999 dengan Undang-undang No.16 Tahun 1999 dimana status Dumai sebelumnya adalah Kota Administratif, setelah otonomi daerah menjadi sebuah kota yang terpisah dari kabupaten induknya dan terus berkembang hingga saat ini.

Penduduk Kota  Dumai terdiri dari penduduk asli dan para pendatang yang bermacam-macam suku bangsa. Mereka bermukim diwilayah perkotaan dan pedesaan diseluruh pelosok Kota  Dumai.

 

Kota Dumai adalah sebuah kota di Provinsi Riau, Indonesia, sekitar 188 km dari Kota Pekanbaru. Sebelumnya, kota Dumai merupakan kota terluas nomor dua Di Indonesia setelah Manokwari. Namun semenjak Manokwari pecah dan terbentuk kabupaten Wasior, maka Dumai pun menjadi yang terluas. Tercatat dalam sejarah, Dumai adalah sebuah dusun

kecil di pesisir timur Provinsi Riau yang kini mulai menggeliat menjadi mutiara di pantai timur Sumatera.

Pada awal pembentukannya, Kota Dumai hanya terdiri atas 3 kecamatan, 13 kelurahan dan 9 desa dengan jumlah penduduk hanya 15.699 jiwa dengan tingkat kepadatan 83,85 jiwa/km2,kemudian kecamatan di kota Dumai bertambah sebanyak 2 kecamatan berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2001 tentang pembentukan Kecamatan Sungai Sembilan dan Medang Kampai.Selanjutnya berdasarkan Peraturan Daerah Dumai Nomor 08 Tahun 2009 tentang Pembentukan Kecamatan Dumai Kota dan Kecamatan Dumai Selatan dan Peraturan Walikota Dumai Nomor 3 Tahun 2012 tentang perubahan kedua Peraturan Walikota Dumai Nomor 44 Tahun 2008 tentang Organisasi dan tata kerja unit pelaksana teknis pada organisasi perangkat daerah Kota Dumai,dengan demikian jumlah kecamatan di Kota Dumai menjadi 7 Kecamatan dengan perincian sebagai berikut :

  • Kecamatan Dumai Timur seluas 47.52 km2 terdiri dari 5 Kelurahan.
  • Kecamatan Dumai Barat seluas 44.98 km2 terdiri dari 4 Kelurahan.
  • Kecamatan Bukit Kapur seluas 200 km2 terdiri dari 5 Kelurahan.
  • Kecamatan Sungai Sembilan seluas 975.38 km2 terdiri dari 5 Kelurahan.
  • Kecamatan Medang Kampai seluas 373 km2 terdiri dari 4 Kelurahan.
  • Kecamatan Dumai Kota seluas 13 km2 terdiri dari 5 Kelurahan.
  • Kecamatan Dumai Selatan seluas 73,50 km2 terdiri dari 5 Kelurahan.

 

Pada tahun 2016 jumlah penduduk Kota Dumai sebanyak 316.668 jiwa,dengan jumlah rumah tangga/KK sebesar 86.213 KK,rata-rata jiwa per rumah tangga sebesar 4 jiwa dan kepadatan penduduk per km2 sebesar 183 jiwa.

Batas wilayah Sebelah Utara berbatasan dengan Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Mandau dan Kecamatan Bukit Batu Kabupaten

Bengkalis, Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Bangko dan Kecamatan Tanah Putih Kabupaten Rokan Hilir.

Wilayah Kota Dumai terletak pada daerah pinggiran laut, yang mempunyai pelabuhan penumpang dan pelabuhan barang. Di daerah pinggiran laut berdiri megah perusahaan

raksasa PT. CHEVRON/CPI,  PT. PERTAMINA sebagai pengolah minyak bumi dan PT. BKR serta anak perusahaannya sebagai pengolah Crude Palm Oil (CPO),PT. INTI BENUA, PT.

NAGA MAS, perusahaan Biodiesel sebagai pengolah Oli, dan Bandar Udara Pinang Kampai yang terletak berdekatan dengan Kompleks Perumahan PT. CPI.

Disamping akses udara, Kota Dumai memiliki keunggulan sebagai salah satu kota di Provinsi Riau yang berpeluang untuk memanfaatkan potensi pengembangan pelabuhan laut, dimana Dumai berada pada posisi lintas perdagangan internasional Selat Melaka yang dikelola oleh PELINDO dan beberapa pelabuhan rakyat. Pelabuhan Sungai Pakning di Dumai telah dibangun sebagai pelabuhan penghubung untuk kegiatan ekspor impor, begitu juga para penumpang yang ingin menuju ke Malaka – Malaysia. Pelabuhan Dumai terdiri dari 9 unit, 4 unit dimilki Chevron dan 5 unit milik pemerintah. Sepanjang daerah pantai Dumai terdapat beberapa pabrik minyak dan pengolahan minyak dengan kapasitas 170.000 barrel per hari dan dapat menampung 850.000 barrel minyak per hari.

Kota Dumai Saat ini dicanangkan sebagai kota yang masuk dalam Zona Pasar Bebas Internasional sebagai cikal bakal untuk menjadi Kota Industri. Disamping itu juga Kota Dumai mempunyai beberapa obyek wisata seperti Wisata Hutan Lindung, Danau Buatan Putri Tujuh, Pantai Puak dan berbagai obyek wisata lainnya.

 

2.2. Sejarah Perkembangan Rumah Sakit Umum Daerah Kota Dumai

 

  1. Tahun 1999 : Rumah sakit umum Daerah Kota Dumai didirikan pada Tanggal 15 Pebruari 1999 yang diresmikan oleh Bupati Bengkalis, Bapak Fadlah Sulaiman, SH.
  2. Tahun 1999 : Pada Tanggal 07 Mei 1999 Grand Opening dilaksanakan oleh Menteri Kesehatan R.I, Prof. DR. Dr. FA. Moeloek, SpOG pada tanggal 7 Mei 1999, Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Nomor 1549/Menkes-Kesos/SK/X/2000 tanggal 16 Oktober 2000.
  3. Tahun 2008 : Kapasitas Tempat Tidur Rawat Inap RSUD Kota Dumai sebanyak 170 tempat tidur.
  4. Tahun 2009 : RSUD Kota Dumai ditetapkan sebagai Rumah Sakit Badan Layanan Umum Daerah Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) berdasarkan Keputusan Walikota Dumai Nomor 380/RSUD/2009, tentang Penetapan Status RSUD Kota Dumai.Hal ini sesuai persyaratan Undang-undang Rebuplik Indonesia No.44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit, pada bab 5 Pasal 7 ayat (3)
  5. Tahun 2009 dan 2010 : Kapasitas Tempat Tidur Rawat Inap RSUD Kota Dumai sebanyak 178  tempat tidur.
  6. Tahun 2009 :
  7. Pembangunan Gedung Poliklinik Spesialis Lantai II Terdiri dari
  • Lantai I sebagai Ruang Tunggu, Poliklinik Spesialis, Ruang Menyusui, Pemeriksaan USG, Ruang pendaftaran pasien RWJ, Pendaftaran Peserta BPJS,Farmasi dan Rawat Jalan.
  • Lantai II terdiri dari Komite Medis, Rekam Medis, Perkantoran JKN, Poliklinik Gigi, Poliklinik Bedah Mulut dan beberapa Poliklinik Spesialis lainnya.
  1. Pembangunan Gedung IGD berlantai III yang berfungsi sebagai:
  • Lantai I terdiri dari Instalasi Gawat Darurat, Ruang Tunggu Pasien IGD, Tempat Pendaftaran Pasien IGD, Tempat Informasi, Tempat Nurse Station.
  • Pemeriksaan Laboratorium, Ruang Pengambilan Obat Rawat Inap, Ruang pendaftaran pasien RWJ, Pendaftaran Peserta BPJS dan Kasir.
  • Lantai II Terdiri dari Ruang Manajemen berupa Ruang Sekretariat,Pelayanan,Keperawatan,dan Ruang Pertemuan.
  • Lantai III terdiri dari Ruang Instalasi Farmasi,Gudang Obat, FhisioTheraphi, Pengadaan dan Darma Wanita.
  1. Tahun 2011 : Kapasitas Tempat Tidur Rawat Inap RSUD Kota Dumai sebanyak 186 tempat tidur.
  2. Tahun 2012 dan 2013 : Kapasitas tempat tidur rawat inap RSUD Kota Dumai sebanyak 211 tempat tidur.
  3. Tahun 2013 ( 13 September 2013 ) : RSUD Kota Dumai mendapatkan Akreditasi Dasar 5 (lima) pelayanan (Administrasi & Manajemen, Pelayanan Medis, Pelayanan Gawat Darurat, Pelayanan Keperawatan, Rekam Medis).
  4. Tahun 2014 : Perencanaan Pembangunan rawat Inap Kelas III yang berlokasi di Areal Gedung Lama, Dengan Perencanaan Pembangunan rawat Inap Kelas III yang berlokasi di Areal Gedung Lama,dengan harapan dapat dioperasionalkan pada tahun 2016. Dengan tujunan dapat menampung jumlah pasien kelas III,baik yang berada diwilayah kota Dumai,maupun dari luar wilayah Kota Dumai.
  5. Tahun 2014 : Tempat Tidur sebanyak 211 (TT).
  6. Tahun 2015 : Jumlah Tempat Tidur 225 (TT).
  7. Tahun 2016 : Jumlah Tempat Tidur mengalami peningkatan dengan jumlah 251 (TT).
  8. Tahun 2016 : Tepatnya 18 ( Delapan Belas ) Hari setelah HUT RSUD yang Ke 17. (Jum`at 04 Maret 2016 ) Penggunaan Gedung Baru LT III telah siap dioperasikan untuk kenyamanan Pasien Rawat Inap Kls III yang akan menggunakan fasilitas Gedung Baru tersebut, dengan Luas Bangunan 7.200 M2 dan jumlah Tempat Tidur yang tersedia sebanyak 40 TT, hal ini terlihat dengan dilakukannya Soft Opening Oleh Walikota terpilih Drs. H. Zulkifli AS, Msi dan disaksikan seluruh tamu hadirin.
  9. Tahun 2017 : Tanggal 06 Maret 2017 Soft Opening Gedung Vip E oleh Gubernur Riau H.ARSYADJULIANDI RACHMAN
ChatClick here to chat!+
themekiller.com